- Home
- Full Post Style
Lubuk Basung (benua) – Sabtu (11/7) sekitar pukul 16.30 WIB Jajaran Kepolisian Resor Agam, menangkap Y (22) warga Nagari Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman rumah kontrakkannya di Paparangan, Jorong Sidang Tangah, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur.Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Awal Rama di Lubukbasung, Minggu, mengatakan menangkap pengedar narkotika golongan satu jenis sabu-sabu yang disimpan tersangka.Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Agam berhasil mengamankan tiga paket sabu-sabu, satu buah kaca pirek, jarum suntik, telepon genggam dan lainnya dari tangan tersangka.“Kita mengkap tersangka yang merupakan warga Jorong Kabun, Nagari Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman ini beserta barang bukti untuk proses selanjutnya,” katanya.Ia menceritakan penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat terkait sering terjadinya transaksi narkotika di daerah itu.Atas laporan itu, tambahnya, Tim Opsnal langsung menuju lokasi dan menemukan tersangka di rumah kontrakkannya.Setelah itu, Tim Opsnal langsung menangkap tersangka yang sedang berada di dapur dan melakukan penggeledahan di badan atau pakaiannya.Tim Opsnal berhasil menemukan barang bukti berupa satu buah botol plastik warna merah di dalam saku depan sebelah kanan celana jeans yang dipakainnya.Tim opsnal langsung menyuruh tersangka untuk membukan botol itu dan ternyata isi di dalam botol tersebut berupa tiga pakat yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dibungkus plastik warna bening, satu buah kaca pirek warna bening, satu buah pipet plastik dan lainnya.“Tersangka mengakui barang haram itu miliknya yang diperoleh dari E dan DG dari Medan, Sumatera Utara,” katanya.Atas perbuatannya tersangka diancam Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) Undang – undang No. 35 tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan lebih dari sembilan tahun.(fajar)
Lubuk Basung (benua) – warga Padang Koto Marapak NR (18) diduga mencuri di Area Pabrik PT AMP Plantation Jorong Tapian Kandis, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (11/7) diamankan tim Reskrim Polres Agam sekitar pukul 18.30 wib.Hal tersebut disampaikan Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan didampingi Kabag Humas Polres Agam AKP Nurdin di Lubukbasung, Minggu, NR diduga mencuri sepotong besi dari PT AMP Plantation.Dia menambahkan warga Padang Koto Marapak, Jorong Tapian Kandis, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan itu mencuri satu potong besi plat dengan panjang sekitar 110 centimeter, lebar 60 centimeter dan berat 50 kilogram.“Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Agam untuk proses selanjutnya,” katanya.pengakuan tersangka dia melakukan pencurian plat besi tersebut diarea Pabrik PT AMP Platation dengan cara memanjat pagar setinggi 2 meter, dan mengambil barang tersebut dengan cara mendorong melewati pagar.Dengan kejadian itu pihak PT AMP Plantation merasa dirugikan dan melaporkan peristiwa pencurian tersebut kePolres Agam.“Atas laporan itu, tersangka langsung ditangkap oleh Tim Opsnal Satreskrim Polres Agam,” katanya (reza)

Lubuknasung, (benua) – Seorang warga di Jorong Sawah Paduan I, Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuampu Kabupaten Agam Sumatera Barat dengan inisial HAK (42) positif terpapar COVID-19 saat hendak melakukan perjalanan ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan COVID-19 Kabupaten Agam, Khasman Zaini di Lubuk Basung, setelah mencatat penambahan kasus positif terpapar Covid 19.Ia mengatajan, HAK dengan jenis kelamin laki-laki ini telah dirawat di lokasi karangtina Padang Besi, Kota Padang. Dia diketahui terpapar COVID-19 saat hendak melakukan perjalanan ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.Sebelum berangkat, karyawan Tour Haji dan Umroh itu mengikuti tes cepat COVID-19 dengan hasil reaktif, sehingga pihak Pelabuhan Bungus Teluk Kabung membawa HAK ke Padang Besi untuk dilakukan swab dalam memastikan apakah posiif atau tidak.“Hasil swab itu HAK positif COVID-19 dan langsung di rawat di Padang Besi,” katanya.Khasman mengatakan ini merupakan kasus ke 20 positif di Agam dan saat ini sudah dinyatakan sembuh18 orang.Dua pasien lainnya sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung dan lokasi Karantina Padang Besi Kota Padang. Untuk orang dalam pengawasan 21 orang dan orang tanpa gejala empat orang.

Padang (benua) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dirjen Infrastruktur Menko Maritim, Dirjen Manajemen Pekerjaan Umum (PU) dan Dirjen Laut Kementerian Kelautan Republik Indonesia dalam waktu dekat akan meninjau kondisi tiga titik pembangunan Pelabuhan di Sumatera Barat.“Kedatangan Kepala BNPB selain melihat pelaksanaan pembangunan Kepulauan Mentawai, kemungkinan juga akan meninjau perkembangan penanganan covid 19 di Sumatera Barat. Sementara Dirjen Infrastruktur Kemenko Maritim, Dirjen Manjemen Kementerian PU dan Dirjen Laut Kementerian Kelautan akan fokus pada pembangunan ketiga pelabuhan tersebut. Perkiraan kedatangan Kepala BNPB dan rombongan tersebut tersebut pada minggu ketiga bulan Juli ini, nanti kita dari provinsi akan mendampingi,” hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan hasil pertemuan di Kemenko Maritim Jakarta beberapa waktu lalu, disela-sela kesibukan hari ini, Sabtu (11/7/2020).Wagub Nasrul Abit lebih lanjut menyampaikan, merupakan tindak lanjut dari perencanaan pembangunan yang telah digagasan sebelumnya, namun karena kondisi pandemi covid 19 ada pengurangan dana dari kegiatan ke PU RI 40 persen.Wagub menambahkan, Sumatera Barat bersyukur keinginan untuk melanjutkan pembangunan Teluk Labuahan Bajau Mentawai, Teluk Tapang Pasaman Barat dan pelabuhan Marina Padang tetap jadi perhatian pemerintah pusat. pembangunan tersebut rencana akan dilihat langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo dan beberapa Dirjen bagaimana kondisi terakhir, apa-apa yang mesti ditindak lanjuti lebih dahulu secara bertahap.Namun Nasrul Abit katakan memang ada kemungkinan pengurangan anggaran pada 2020 sekitar 40 persen. Tetapi anggaran tersisa 60 persen masih sangat memadai untuk melanjutkan proses pembangunan.“Nanti untuk kepastian soal anggapan yang bisa diserap pada 2020, tim dari Kemenko Maritim dan Investasi akan mengunjungi Sumbar. Melihat langsung kondisi di lapangan,” katanya.Sementara untuk kelanjutan pembangunan jalan di Mentawai pada 2021-2022, Nasrul Abit mengatakan memang masih ada kendala yaitu pada beberapa titik dokumen amdal masih dalam proses. Ada pula dokumen pinjam pakai yang sedang dibuat dengan BKSDA guna dapat izin Kementerian Kehutanan.“Semua surat-suratnya sedang berproses. Namun untuk pembangunan 2020, semua sudah aman,” katanya.Nasrul Abit juga sampaikan target tahun 2023 Pelabuhan Teluk Labuhan Bajau, Pelabuhan Teluk Tapang dan Pelabuhan Marina semoga dapat beroperasional guna memajukan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat nantinya.“Tentunya hasil-hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan potensi ekonomi lainnya di Kepulauan Mentawai dapat angkut melalui Pelabuhan Labuhan Bajau untuk dikirim ke daerah lain. Begitu juga potensi pekerkebunan sawit daerah Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Pasaman hingga Sumatera Utara juga dapat memanfaatkan pelabuhan Teluk Tapang untuk ekspor ke negara tetangga lewat transporasi laut,” harapnya.
(novear)