Gubernur Sumbar Minta Kafilah Tingkatkan Kualitas Dan Raih Prestasi Terbaik

Padang (benua) – Dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2020 di Sumatera Barat, calon Kafilah angkatan 5 (lima) mengikuti Training Center (TC) selama empat hari mulai tanggal 13 sampai 16 Juli 2020) di hotel Pangeran City.“Rencananya MTQ Nasional 2020 akan dihelat di Sumbar pada bulan November ini. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan kafilah terbaik dari Sumbar,” kata Irwan Prayitno saat memberikan pembekalan kepada 90 Kafilah Sumbar di hotel Pangeran City, Selasa (14/7). Hadir juga Kepala Biro Bina Mental Setda Sumbar H. Syaifullah, Kanwil Kemenag, LPTQ dan para pelatih khafilah MTQ Sumbar.Irwan Prayitno meminta seluruh panitia, pelatih dan pembina agar tidak bosan dan selalu kompak untuk mempersiapkan Qori dan Qoriah agar menghasilkan yang terbaik.“Kita harus bisa mempersiapkan kafilah MTQ yang terbaik, agar dapat meraih juara, kalau bisa gunakan qori dan qoriah terbaik. Kita kembalikan kejayaan Sumbar seperti tahun sebelumnya,” ucap Irwan.Irwan Prayitno berharap pada MTQ Nasional ke-XXVIII tahun 2020 harus ada peningkatan, lima besar menjadi target Sumatera Barat seperti tahun sebelumnya, Kalau perlu datangkan pelatih-pelatih hebat dari luar.Selanjutnya gubernur Irwan Prayitno meminta semua kafilah untuk berlatih bersunguh-sungguh.“Man Jadda Wa Jadda, Kafilah yang berlatih bersungguh-sungguh, akan membuahkan hasil dan berhasil meraih prestasi,” kata Gubernur Sumbar.Menurut gubernur, tak mungkin prestasi bisa diraih tanpa latihan bersungguh-sungguh dan penuh kedisiplinan. MTQ nanti merupakan pertandingan dari peserta yang baik dan berkualitas, Sumbar sebagai tuan rumah harus menghadapinya.“Apalagi kita banyak memiliki bibit-bibit yang unggul dan potensial dalam seni membaca, hafidz dan cabang lain Alqur’an,’ jelasnyaKemudian gubernur Sumbar, memberi semangat kepada pengurus LPTQ Sumbar juga harus bebekerja keras dalam membimbing dan membina kafilah, agar tidak sampai ada rasa kekecewaan dari kafilah itu sendiri.Mengakhiri pembekalan, Gubernur berpesan “berlatihlah dengan sungguh-sungguh dan amanah, sehingga tugas yang diberikan dapat berhasil dengan optimalbisa dan mengharumkan nama provinsi Sumbar,” tutup Irwan Prayitno. (nov)

Pemasangan Jembatan Sitalang – Batu Kambing Dikebut Sebelum Lebaran Idul Adha

Lubuk Basung (benua) – Pemasangan jembatan penghubung Nagari Batu Kambing dan Nagari Sitalang Kabaupaten Agam Sumatera Barat segera diselesaikan Pasca terjadinya bencana banjir Bandang yang melanda daerah tersebut.Hal tersebut disampaikan Sekretaris daerah Kabupaten Agam Martias Wanto Saat meninjau lokasi terjadinya bencana didampingi Kalak BPBD Kabupaten Agam Muhammad Lutfi, Slasa (14/7).Dia memerintahkan kepada kepala BPBD Kabupaten Agam supaya pembuatan jembatan selesai segera dilakukan, harus selesai sebelaum lebaran Idhul Adha 1441 Hijriah, karena jembatan tersebut merupakan penghubung dua nagari.“kita harus segera menyelesaikan pembuatan dan pemasangan jembatan tersebut, karena ini merupakan jembatan penghubung bagi masyarakat yang berasal dari Nagari Batu Kambing dan Nagari Sitalang” ujarnya.Sekda menambahkan, kalau jembatan ini tidak selesai sampai menjelang hari Raya Idhul Adha, sangat disayangkan karena masyarakat untuk pergi ke Sitalang akan memutar dahulu, sehingga akan memakan waktu sangat lama dan jauh.Kalau jembatan tersebut sudah selesai dibangun akan menguntungkan bagi masyarakat yang akan melewatinya, karena tidak perlu lagi memutar atau melewati jembatan darurat yang dibangun beberapa waktu yang lalu.“kalau masyarakat masih mempergunakan jembatan darurat, kita takut nanti akan terjadi kecelakaan pada masyarakat yang melewati jembatan tersebut” ujarnya.Saat meninjau lokasi Sekda Kabupaten Agam didampingi Kalak BPBD Mhd. LUTFI, AR, Sekretaris BPBD Hardoni, Kabid KL Syafrizal, PUTR Kabupaten Agam, Camat Ampek Nagari, Pembuatan jembatan dan Normalisai sungai.Selain survei dilokasi pembuatan   jembatan di Kecamatan Ampek Nagari tim juga melakukan Survey lokasi jembatan dan jalan terkikis longsor di Ampu, Nagari Lubuk Basung. (eko)

Polda Jateng Panen Padi Capai 265 Hektar, Dalam Rangka Ketahanan Pangan

Grobongan (benua) – Dalam rangka percepatan ekonomi nasional dan pertahanan pangan dalam menghadapi pandemi Covid 19 diwilayah Jajaran Polda Jawa Tengah, dilaksanakan Panen Raya Padi dan Penebaran Benih Ikan di Desa. Rajek Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, Senin (13/7).Dalam kegiatan ini turut dihadiri langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro Brigjen. TNI Rimbo Karyono, serta PJU Polda Jateng.“Hari ini saya dengan Pangdam telah melaksanakan kegiatan panen raya di Grobogan yang mencapai 265 hektar, disamping itu kita juga melakukan Instruksi Bapak Kapolri yaitu program ketahanan pangan seperti yang baru tadi kita lakukan.” ungkap Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.Dia menambahkan kegiatan untuk percepatan ekonomi nasional dan pertahanan pangan dalam menghadapi pandemi Covid 19 diwilayah Jajaran Polda Jawa Tengah. Sebagaimana instruksi Bapak Presiden Joko Widodo pada saat Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang dijabarkan dalam Perintah Bapak Kapolri diantaranya adalah memberikan bantuan Sapi, Unggas, dan penaburan benih ikan.Jumlah padi yang di panen selama bulan Juli di Kabupaten Grobogan mencapai 24.000 hektar, adapun pada tahun 2019 mencapai 136. 209 hektar dengan 772.521 ton gabah kering giling (GKG) .“Kita tidak boleh kalah dengan implikasi Covid 19, kita harus beradaptasi dengan kebiasaan kehidupan baru salah satunya dengan pakai masker, hand sanitizer dan ini harus dibiasakan” tegasnya.

Dit Polairud Polda Bali Berhasil Gagalkan Penyelundupan Penyu Hijau

Denpasar (benua) – Tim Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Bali  berhasil menangkap tujuh orang pelaku penyeludupan, 36 ekor Penyu hijau satwa dilindungi ditangkap pelaku di perairan Kerajakan.“Tujuh orang pelaku kini sudah diamankan oleh Tim Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Bali beserta barang bukti berupa 36 Penyu dan sebuah perahu jukung bermesin tempel 3 unit 15 PK di perairan Serangan, Denpasar, Bali” Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Pol. Toni Ariadi Effendi,Menambahkan, berdasarkan hasil interogasi terhadap para pelaku bahwa penyu-penyu tersebut didapat dengan cara ditangkap di perairan Kerajakan.“Rencananya akan dibawa ke Serangan untuk diserahkan kepada seseorang yang berada di Serangan atas nama Muhayat. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” terang Dir Polairud Polda Bali, Minggu (12/7/2020).Dir Polairud Polda Bali juga menambahkan, dalam kasus ini para pelaku dijerat pasal 21 ayat 2 huruf(a) jo Pasal 40 ayat 4 Undang undang no. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.“Kegiatan ini tidak bisa dibiarkan karena dapat merusak ekosistem dan kelangsungan hidup satwa-satwa yang dilindungi, makanya kami tangkap dan kami amankan. 7 orang pelaku akan diproses dan dikembangan lagi penyidikannya sesuai hukum,” terang Dir Polairud Polda Bali.Puluhan penyu itu saat ini berada di Pusat Konservasi penyu di Pulau Serangan atau Turtle Education and Conservation Center (TCEC) terletak di Desa Serangan, Denpasar Selatan.
scroll to top