SMAN 2 Lubuk Basung Gratiskan IPP Bagi Siswa Kurang Mampu

Lubuk Basung (benua) – Sebanyak 80 siswa kuranga mampu di SMAN 2 Lubuk Basung Kabupaten Agam Sumatera Barat digratiskan iuran pelaksanaan pembelajaran (IPP).Hal tersebut disampaikan Kepala SMAN 2 Lubukbasung, Wannasri, Rabu (15/7) SMAN 2 Lubukbasung, Kabupaten Agam, menggratiskan pungutan iuran pelaksanaan pembelajaran (IPP) bagi 80 dari 1.032 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.Dia menambahkan, 80 siswa itu berasal dari keluarga kurang yang dibuktikan dengan surat keterangan miskin dari wali nagari, tidak memiliki orang tua, memiliki Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan lainnya.“Ke 80 siswa itu digratiskan untuk membayar IPP dari awal sampai tamat sekolah,” tambahnya.Selain mengratiskan IPP untuk 80 siswa, SMAN 2 Lubukbasung juga memberikan diskon sebesar 75 persen untuk 53 siswa, diskon 50 persen untuk 89 siswa dan diskon 25 persen untuk 57 siswa.Mereka yang mendapatkan persentase itu setelah tim yang dibentuk pihak sekolah melakukan verifikasi ke rumah siswa.“Apabila mereka layak mendapatkan diskon pembayaran IPP maka akan kita berikan,” katanya.Ia menambahkan, dana IPP itu Rp120 ribu setiap bulan per siswa. Dana itu untuk mendukung biaya operasional dalam menunjang pendidikan berupa gaji guru honorer dan kegiatan lainnya.Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah dan Peraturan Gubernur Sumbar No 31 Tahun 2018 tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan.“Kami mengacu aturan dari Disdikbud Sumbar, walaupun ada aturan tidak boleh melakukan pungutan yang dikeluarkan Pemkab Agam saat pandemi COVID-19,” ujarnya.(eko)

PDAM Tirta Antokan : Tingkatkan Pelayanan Dengan Bentuk Tim Khusus

Lubuk Basung (benua) – Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelannggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Antokan Kabupaten Agam, Sumatera Barat siagakan tim teknis dengan jumlah 10 orang selama 24 jam.“Memperbaiki gangguan yang dilaporkan pelanggan, kita siapkan tim teknis sebanyak 10 orang yang akan berjaga selama 24 jam, ini merupakan sebagai peningkatan pelayanan kepada pelanggan” kata Direktur PDAM Tirta Antokan Agam, Endrimelson di Lubukbasung, RabuDikatakan tim dengan jumlah 10 orang ini tidak termasuk dengan tim teknis yang ada di kantor unit, karena tim ini langsung berada dibawah kantor induk.tim teknis ini langsung menindaklanjuti laporan dari pelanggan terkait adanya gangguan berupa jaringan bocor, tersumbat dan lainnya.“Selama ini gangguan terjadi akibat jaringan rusak dan tersumbat setelah banjir karena sumber air berasal dari air permukaan,” ujarnya.Dia menambahkan, tim mengupayakan gangguan itu selesai dalam waktu dekat, agar pelanggan tidak kecewa dan mereka menikmati air bersih segera mungkin.Untuk mengatasi gangguan di bak penampungan saat hujan, tambahnya PDAM Tirta Antokan Agam siagakan satu petugas untuk membersihkan sampah daun di pintu masuk bak itu.Petugas itu membersihkan pintu masuk tersebut setiap saat, sehingga air tetap lancar ke pelanggan.Jumlah sumber air PDAM Tirta Antokan 18 titik dengan kapasitas 237,5 liter per detik.Sementara jumlah pelanggan 13.500 sambungan yang tersebar di Unit Lubukbasung, Unit Maninjau, Unit Tiku, Unit Batu Kambing, Unit Matur, Unit Ampekkoto, Unit Ampekangkek, Unit Sungaipua dan Unit Baso. (eko)

Gubernur Sumbar: Percepatan Tanam Padi Sebagai Wujud Swasembada Pangan Berkelanjutan

Padang Pariaman (benua) – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menanam padi serentak, di Pungguang Kasiak Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, sebagai peningkatan ketahanan pangan di Sumbar dan Indonesia, Selasa (15/7/2020)Dalam sambutan Irwan Prayitno melakukan gerakan percepatan tanam padi pada musim tanam, guna menjaga ketahanan pangan. Ini sebagai langkah nyata agar terhindar dari krisis pangan sebagai dampak dari pandemi Covid-19.“Banyak di negara lain mengalami krisis pangan akibat pandemi ini, dunia akan mengalami krisis pangan. Percepatan masa tanam padi ini dimaksudkan untuk mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan termasuk pandemi Covid-19 di Sumbar,” ucap Irwan Prayitno.Gubernur Sumbar turun langsung melaksanakan tanam padi dengan sistem tanam jajar legowo. Ia menegaskan Gerakan Percepatan Tanam ini menjadi momentum untuk kembali memperkuat kemandirian pangan di Sumbar dan nasional.“Kita punya target 3juta ton di Sumbar, mudah-mudahan target ini tercapai dengan perhatian dan dukungan dari Kementerian pada petani. Bantuan bibit dan pupuk sangat berarti bagi petani disini,” kata Irwan.Selain itu Gubernur Sumbar juga berharap pemerintah daerah yang menjadi lumbung pangan di daerah melakukan percepatan masa tanam. Untuk itu, demi mendapatkan hasil yang optimal, Irwan Prayitno juga menugaskan kepada Kepala Dinas Pertanian Sumbar untuk terjun langsung melakukan monitoring masa tanam di masing masing wilayah.“Harapan kami dengan dimulainya masa tanam serentak ini bisa wujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” harapnya.Sementara itu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan telah dilaksanakan pencanangan gerakan tanam serentak di Padang Pariaman. Kegiatan itu di­awali dengan pen­ca­na­ngan di tingkat kabupaten dan diteruskan di tingkat keca­matan. Ia berharap gerakan itu dilanjutkan oleh seluruh petani sehingga seluruh sa­wah sudah ditanami.Ia mengharapkan du­kungan dana dan program khusus bidang Pertanian yang untuk petani dan pe­nyuluh di Padang Paria­man, yang berkaitan ke­tahanan pangan seperti upa­ya khusus (UPSUS) pe­ning­katan produksi padi, jagung, kedelai dan komoditi pangan strategis lainnya.“Sesuai arahan Bapak Gubernur, tar­get 3juta ton panen padi, dengan kerja sama seluruh pihak, insya Allah tercapai,” ujar Ali Mukhni.“Alhamdulillah, pada tahun lalu terjadi ke­naikan produktivitas padi sekitar 5,2 persen. Hal ini merupakan komitmen usaha serta ke­bersamaan pemangku ke­pen­tingan dalam memacu swa­sembada pangan nasio­nal,” tambahnya. (nov)

Pemilik Pil Extasy dan Shabu di Amankan Polres Agam

Lubuk Basung (benua) –  Pemilik shabu dan pil extasy EM (23)  warga Jorong Pasar Bawan Kenagarian Bawan Kecamatan Ampek Nagari Kab. Agam, diamankan Tim Opsnal Resnarkoba Polres Agam yang dipimpin oleh Kanit Ops Sat ResNarkoba. selasa (14/7).
“Tersangka diduga pelaku penyalahgunaan Narkotika Jenis shabu dan pil extasy, saat diamankan barang tersebut dalam penguasaan tersangka” kata Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan melalui Kasat Resnarkoba AKP Awal Rama dan Humas Polres Agam.
Dikatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat, Tim Opsnal Resnarkoba langsung turun ke lokasi sekira jam 00.20 wib bertempat di jalan raya depan Pukesmas Bawan Jorong Pasar Bawan Kenagarian Bawan, team opsnal melihat pelaku sedang duduk diatas sepeda motor kemudian langsung mengamakan pelaku dan barang bukti.
Setelah pelaku doamankan langsung dilakukan penggeladahan terhadap pelaku, ditemukan barang bukti berupa  1  (satu) paket narkotika gol. 1 jenis shabu dibungkus dengan plastik warna bening dan 2 (dua) butir pil extasy warna biru muda (light blue) dibungkus plastik warna bening.
“tersangka mengakui barang haram tersebut merupakan barang milik dia, setelah dilakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian tersangka” ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangka dan barang bukti langsung diamankan tim Opsnal Resnarkoba dan dibawa kekantor untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tersangka akan dikenakan peraturan perundang-undanga  sesuai dengan Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) Undang – undang No. 35 tahun 2009, tentang penyalahgunaan Narkotika, dengan ancaman hukuman kurungan lebih dari 9 (sembilan) tahun. (eko)
scroll to top