Diduga Jembatan Tidak Layak Satu Unit Truck Sawit Terperoksok

IMG-20210206-WA0085.jpg

ACEH TIMUR (benuanews.com) — Beginilah Kondisi Jembatan Penghubung Di Dua Desa/gampong Yang Ada Di Gampong Seuneubok Buluh Kecamatan Idi Tunong Kabupaten Aceh Timur Kondisi Nya Sangat Memprihatinkan Kondisi Saat Ini Sangat Membahayakan Pengguna Jalan Yang Melintas Di Jembatan Tersebut.sabtu 06/2-2021

Lantai Jembatan Yang Masih Menggunakan Kayu Tersebut Sudah Rapuh Dan Banyak Yang Sudah Patah Akibat Nya Satu Unit Mobil Truck Bermuatan Sawit Terperoksok Pada Hari Jum’at Petang Kemarin

Selanjut Nya Fauzi Seorang Warga Gampong Seuneubok Buluh Mengatakan Kepada Awak Media Terakhir Di Rehab Tahun 2017 Kemarin Dari Salah Satu Calon Anggota Dewan DPR RI Bukan Dari Pemerintah”Ini Sekarang Sudah Banyak Yang Patah Dan Akibat Nya Jembatan Banyak Yang Bolong Di Lantai Dan Sangat Membahayakan Masyarakat Yang Melintas Ujarnya”.

Harapan Dari Masyarakat Jangan Hanya Rehab”Cuma Di Ganti Yang Patah Saja Tolong Lah Sama Bapak Bupati Aceh Timur Bapak Rocky Untuk Di Bangun Jembatan Desa Kami Jangan Hanya Di Rehab Saja”Tutur Warga Yang Sedang Melintas Di Jembatan Tersebut.

Selanjutnya Saat Di Konfirmasi Keuchik Gampong Seuneubok Buluh M Nasir Mengatakan Bahwa Pihak Dari Gampong Sudah Mengusulkan Di Musrembang Kecamatan Agar Jembatan Di Gampong Seuneubok Buluh Segera Di Bangun Tapi Ga Tahu Apakah Di Setujui Atau Tidak Mengingat Kondisi Nya Sudah Sangat Memprihatinkan,ini Akses Dua Gampong/desa Jadi Harapan Saya Agar Pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Segera Merespon Keluhan Dari Masyarakat Aceh Timur “tutupnya. (Ikhsan)

Pemkab Langkat Angkat 122 tenaga Honorer menjadi
jadi P3K.

IMG-20210206-WA0029.jpg

LANGKAT (benuanews.com) — Sebanyak 122 tenaga honorer yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Langkat, diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K). Ratusan pegawai ini terdiri dari 64 Tenaga Guru, 6 Tenaga Kesehatan dan 52 Tenaga Penyuluh Pertanian.

Pengangkatan ditandai penyerahan SK P3K, oleh Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Sekda Langkat dr. H. Indra Salahudin secara simbolis, bertempat di ruang kerja Sekda, Kantor Bupati Langkat, Stabat, Jumat (5/2/2021) pagi.

Sekda yang didampingi Kepala BKD Langkat H. Romarlan Harahap dan Kabag Protokol Setdakab Langkat Mahardhika Sastra Nasution. Menyerahkan SK kepada 6 orang perwakilan penerima SK P3K yakni M.Syarifudin, Rahmad Syah, Hairial, Sri Junaida, Marlia dan Susy Elfia.

Disele-sela penyerahan SK P3K itu, dari Pantauan Benuanews.com Sekda mengucapkan selamat kepada para penerima SK P3K.
” Atas nama Pemkab Langkat, saya mengucapkan selamat bertugas di Negeri Bertuah ini. Mari bersama kita bangun daerah yang kita cintai ini,”harapnya.

Sekda juga berpesan, agar P3K harus bersungguh-sungguh dalam berkerja, karena sebenarnya tidak ada perbedaan antara status ASN dan P3K, hanya saja ASN ada pensiun sedangkan P3K tidak.

Sementara itu, Kepala BKD Langkat, mengatakan, pengangkatan P3K ini berdasarkan keputusan Bupati Langkat No.813-10.A/K./2021 tanggal 28 Januari 2021, tentang pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di lingkungan Pemkab Langkat tahun anggaran 2020.

“Pengangkatan Pegawai P3K ini merupakan tahap awal, mereka ini merupakan hasil seleksi penerimaan P3K pada Maret 2019 lalu, mereka di kontrak selama massa kerja 2 tahun, mulai 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2022,”ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, sambung Romarlan, ratusan pegawai P3K akan diberi Bimbingan Teknis oleh BKD Langkat, sesuai dengan disiplin tupoksinya, sehingga mereka bisa tau tugas dan fungsinya masing-masing.

Masih ditempat yang sama, Muhammad Syarifuddin, salah satu penerima SK P3K mengucapkan terimakasih kepada Bupati Langkat bersama jajarannya yang sudah memfasilitasi terlaksanaan seleksi P3K mereka, hingga mereka bisa lulus dan menjadi pegawai P3K.

Koordinator Honorer K2 kabupaten Langkat ini juga mengaku, mereka rata rata sudah mengabdi selama belasan tahun di tempat mereka bekerja sehari hari.
“Alhamdulillah pada 2019 lalu kami berhasil lulus seleksi penerimaan pegawai P3K. Kami banyak mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Langkat, terutama Bupati Langkat yang sudah banyak membantu,”pungkas guru SDN Telagah Jernih Secanggang ini.(SD)

Babinsa Jayengan Sosialisasikan Penerapan Edukasi PPKM Pada Acara Donor Darah di Masjid Fatimah

IMG-20210206-WA0038.jpg

SURAKARTA (benuanews.com) – Sertu Rohmad Babinsa Kelurahan Jayengan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta, mengajak dan menghimbau bagi warga yang akan melaksanakan Donor Darah yang di selengarakan dari PMI yang bekerjasama dengan penggurus Gedung Fatimah Jl. Kali Larangan Kel. Jayengan Kec. Serengan untuk terus menerapkan Prokes Covid-19, (06/02)

Sertu Rohmad menyampaikan kepada para warga yang akan melaksanakan donor bahwa suatu keharusan bagi kita semua untuk senantiasa menghimbau dan mengajak semua warga untuk terus disiplin terhadap Protokol Kesehatan, Pencegahan Covid-19 karena sampai saat ini penyebarannya semakin meluas, untuk itu kesadaran para warga yang akan berdonor juga berusaha untuk menyampaikan kepada para pengunjung agar selalu di siplin untuk Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak.

Kita harus melakukan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri kita sendiri dan lingkungan tempat tinggal, maka dari itu kita harus selalu tanggap dan jeli terhadap perkembangan situasi, terlebih disaat sekarang ini di tengah-tengah pandemi. Warga untuk terus mematuhi anjuran pemerintah tentang Protokol Kesehatan, tambahnya

Babinsa di wilayah ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab akan terus mengecek dan memberikan himbauan kepada warga masyarakat yang sudah menjadi wilayah binaannya.sebagai Babinsa akan terus berkoordinasi dengan pengurus gedung fatimah supaya mengingatkan para penggunjung dan agar tidak selalu berkerumun dan tetap menjaga jarak dan selalu menggunakan masker. Dengan terus melakukan upaya pencegahan (penegakan disiplin Protokol Kesehatan), pungkasnya. (Agus Kemplu)

Ketahuan Berduaan di Dalam Mobil Oknum Imam dan Pasanganya di Nikahkan dan Di Usir dari Kampung.

IMG-20210206-WA0023.jpg

KUALASIMPANG (benuanews.com) — Salah satu oknum Imam di Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, diamankan oleh warga setelah ketahuan berduaan dengan seorang janda di dalam mobil. Akibatnya oknum imam desa berinisial IL (33) itupun dinikahkan.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K, melalui Kasubbag Humas Iptu Untung Sumaryo, Sabtu (6/2/2021) mengatakan Kepada benuanews.com, oknum imam desa bersama janda itu dinikahkan setelah dilakukan musyawarah oleh perangkat desa dan warga, Kamis (04/02/2021) lalu.

Menurut keterangan salah seorang saksi, kata Iptu Untung, pada Rabu 3 Februari 2021 sekira pukul 21.00 WIB, dia melihat ada seorang wanita duduk di sebuah toko foto copy dekat sebuah masjid di Kampung Tangsi Lama.

Tidak lama kemudian, wanita tersebut masuk ke dalam pekarangan masjid untuk menemui IL yang sudah terlebih dahulu menunggu di dalam mobil sedan. Tiba disana wanita tersebut langsung masuk ke mobil.

Karena curiga, kata Iptu Untung, saksi kemudian memberitahukan kepada warga lainnya, kemudian sejumlah warga mendekati mobil milik oknum imam tersebut.

Tahu ada warga yang datang, lanjut Iptu Untung, kemudian oknum imam itu langsung melajukan mobilnya menuju ke sebuah balai pengajian yang dipimpinnya.
Wargapun semakin curiga kemudian mereka mengikuti mobil tersebut dan saat tiba di balai pengajian tersebut warga meminta agar pasangan non muhrim itu turun.

Setelah turun, pasangan non muhrim itu dibawa ke rumah Datok Penghulu (Kepala desa) Tangsi Lama. Oleh Datok diberitahukan ke Polsek Seruway.

Belakangan diketahui perempuan tersebut merupakan seorang janda empat anak. Janda tersebut berinisial LI (39) juga warga Desa Tangsi Lama.

Sementara IL, selain imam desa juga merupakan seorang pimpinan balai pengajian dan berstatus memiliki istri serta empat orang anak juga.

“Keduanya akhirnya dinikahkan dengan mas kawin uang tunai sebesar Rp. 200 ribu. Sanksi adatnya IL diberhentikan dari imam dan tidak diperbolehkan tinggal di desa itu lagi,” ungkap Iptu Untung.

Masyarakat berharap kedepan tidak ada lagi kasus serupa yang membuat malu masyarakat, dan berharap kepada kedua tidak mengulangi perbuatanya dan menjadi efek jera .(SD)

scroll to top