Konferwil NU Kalteng, Ujang Iskandar: Ketua NU Seharusnya Memiliki Latar Belakang Pesantren

IMG-20210206-WA0042.jpg
PALANGKA RAYA-Pelaksanaan Konferensi Wilayah NU Kalteng yang berlangsung dari 6 sampai dengan 7 Februari 2021 di Palangka Raya mendapat sorotan dari H Ujang Iskandar.Mantan Ketua PC NU Kobar ini mengatakan, ajang Konferwil hendaknya tidak hanya jadi ajang pemilihan kepengurusan, melainkan juga sebagai wadah muhasabah (introspeksi) bagi kalangan Nahdlyin, terutama agar ke depannya agenda-agenda yang berkaitan dengan pemberdayaan umat dapat mendapat perhatian lebih serius.“Secara pribadi saya menyambut baik penyelenggaraan Konferwil NU Kalteng ini, semoga agenda keumatan lebih baik lagi daripada sebelumnya,”kata H Ujang Ikandar.Lebih lanjut saat ditanyakan kesiapannya untuk ikut dalam bursa Ketua PW UN Kalteng, H Ujang Iskandar menyatakan, lebih mempersilakan kader NU lainnya.“Pada prinsipnya saya mendukung penuh siapa pun yang terpilih melalui Konferwil ini nantinya,” tukas dia.Dia juga mengharapkan, agar di ini NU senantiasi memilihara tradisi pesantren yang telah menjadi akar ormas terbesar di Indonesia ini.“Khusus untuk calon ketua yang akan maju memimpin NU periode mendatang, hendaknya juga memiliki latar belakang pesantren, karena hal ini sangat erat dengan berbagai ritual keagamaan warga NU yang sangat dengan tradisi pesantren,” ujar Ujang,“Idealnya sih Ketua NU itu juga mampu membaca Al Quran dengan baik, serta mampu memahami kitab kuning,” tambah Ujang.(Fendy)

Persiapan Sidang CND, BNN Gelar Konsinyering

IMG-20210206-WA0037.jpg

JAKARTA.(Benuanews.com)- Permasalahan narkoba dalam tataran global menjadi atensi yang penting dari seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Fakta yang ada saat ini, peredaran narkoba masih marak dan mayoritas melalui jalur laut. Karena itulah, kerja sama lintas negara yang intensif  sangat penting untuk terus dikembangkan.

Seperti disampaikan oleh Deputi Hukum dan Kerja Sama, Drs. Puji Sarwono di sela-sela kegiatan Konsinyering Penyusunan Materi _The Sixty-Fourth Session Of The Commission On Narcotic Drugs_ di Yogyakarta, Rabu (3/2/2021), bahwa 80% masuknya narkoba itu melalui jalur laut, dan melintasi negara-negara  seperti Filipina, Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya.

“Untuk memerangi hal ini kita perlu kerja sama yang intens di ASEAN,” ungkap Deputi Huker.

Dalam konteks kerja sama baik di regional maupun internasional, maka peran serta Indonesia di kancah  internasional sangatlah strategis. Selama ini, Indonesia aktif menyampaikan pandangannya tentang isu narkoba melalui pertemuan-pertemuan dunia, termasuk sidang _Comission on Narcotic Drugs_ (CND) di Wina, Austria.

Dalam rangka persiapan sidang CND ke 64 di Wina yang akan digelar para April mendatang, BNN menggelar pertemuan penting yaitu Konsinyering Penyusunan Materi _The Sixty-Fourth Session Of The Commission On Narcotic Drugs_ di Yogyakarta bersama dengan para pakar dan pemangku kepentingan yang berasal dari lembaga, kementerian, hingga universitas terkemuka di Indonesia.

Deputi Hukker mengatakan,  penyelenggaraan agenda tahunan CND (Commission On Narcotic Drugs) tahun ini yang akan dilaksanakan pada April nanti merupakan momentum strategis bagi setiap negara untuk aktif mengambil bagian terhadap permasalahan narkoba di dunia.

Mengingat masalah narkoba merupakan tantangan yang bersifat global, maka kerja sama regional dan internasional merupakan salah satu kebijakan BNN yang harus dilaksanakan, karena BNN berkomitmen untuk mempedomani konvensi-konvensi internasional tentang narkoba yang diwujudkan dalam berbagai kerja sama bilateral, regional, dan multilateral.

“Hari ini kita lakukan konsinyering untuk persiapan tugas kita menjelang sidang CND, supaya kita bersama dengan kementerian dan lembaga bisa menghimpun data dan informasi terkait mata agenda CND ke-64

“Harapannya, kita bisa mendapatkan bahan yang relevan, valid dan bagus dari pemangku kepentingan seperti BPOM, Bea Cukai, Bareskrim, dan para pakar yang lainnya,” pungkas Deputi Hukker.

Menanggapi kegiatan pada hari ini, salah satu ahli farmasi dari ITB, Dr. rer. nat. apt. Rahmana Emran Kartasasmita turut angkat bicara. Ia memberikan apresiasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BNN. Selama ini ia juga senang karena telah bisa bekerjasama dengan BNN dengan baik untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan sehingga keilmuannya di bidang farmasi bisa ia optimalkan dan dikontribusikan untuk penanggulangan masalah narkoba.

Ketika disinggung tentang kegiatan pertemuan hari ini, Emran mengatakan sangat penting karena membahas posisi delegasi RI dalam sidang CND nanti. Ia berekspektasi agar delegasi negara kita bisa menyuarakan aspirasi Indonesia terkait pengaturan narkotika agar lebih ketat, dan kerja sama internasional lebih erat.

“Kita bisa menyuarakan harapan negara kita, karena kita setara dengan negara lainnya,” pungkas Emran.

Kegiatan konsinyering pada hari ini mengundang berbagai peserta dari mitra kerja BNN seperti Kemenlu, Polri, BPOM, Bea Cukai, Kemenkes, dan perwakilan dari berbagai satker di BNN yang digelar secara tatap muka dan sebagian peserta lainnya secara virtual. (BK)

Sumber :BNN RI (Eko)

# War on Drugs # Indonesia Bersinar

Serka M Nasirin Bersinergis Dengan SIBAT Kelurahan Nusukan Kelola Dapur Umum

IMG-20210206-WA0105.jpg

SURAKARTA (benuanews.com) – Pemerintah Kelurahan Nusukan dalam rangka Penanganan, pengendalian Corona Virus Disease 19 di Masyarakat, Babinsa Kelurahan Nusukan Koramil 02/Banjarsari kodim 0735/Surakarta Serka M.Nasirin dan Sertu Supadmo bersinergis.

Bhabinkamtibmas  Aipda Mujiono dan Tim Sibat kelurahan dan satgas Covid 19 Kelurahan Nusukan kelola Dapur umum dan mendistribusikan logistik kepada Warga yang sedang melaksankan isolasi Mandiri di Balai RW 13 Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari , Surakarta Sabtu (6/2/2021).

Kepada Awak Media Nasirin mengatakan dapur umum Satgas Covid 19 Kelurahan Nusukan Merupakan salah satu dari 10 Kelurahan yang ada dikota Surakarta guna untuk membatu  masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri sebagai penanganan tanggap darurat KLB wabah Covid-19.

“Pendistribusian Logistik kepada Masyarakat di lakukan oleh tim Satgas Covid Kelurahan Nusukan Yang meliputi TNI,Polri,pemerintah kelurahan Nusukan,Puskesmas kelurahan dan Sibat dengan di bantu linmas.”tutur Nasirin.

“Selain logistik kami juga memberikan APD kepada warga yang melaksankan isolasi mandiri.”terangnya.

Disela -Sela pendistribusian logistik juga di laksanakan sosialisasi dan edukasi kepada Masyarakat yang dipimpin oleh lurah Nusukan Utik Sriwahyuni SP.MM terkait surat edaran Walikota Surakarta.

“Untuk di rumah saja mulai tanggal 6 dan 7 sebagai bentuk pencegahan dan untuk memutuskan mati rantai penyebaran Covid 19.”

Lebih lanjut Lurah Nusukan Utik Sriwahyuni SP.MM dengan didampingi Babinsa Dan Bhabinkamtibmas mengajak kepada segenap warga kelurahan Nusukan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan kesehatan dengan menerapkan 3 M ( Mencuci tangan dengan Sabun ,memakai masker dan Menjaga Jarak) Serta untuk selalu menerapkan hidup sehat di lingkungan masyarakat. (Arda 72)

Terbukti Membawa Sabu, Empat (4) kurir Narkoba warga Aceh di amankan pihak Otoritas Bandara Kualanamu International Airport (KNIA).

IMG-20210206-WA0099.jpg

DELI SERDANG (benuanews.com) — Empat penumpang tujuan Surabaya transit Jakarta diamankan aviation security (avsec) dalam kasus penyelundupan narkoba jenis metamphetamine (sabu) di area Security Check Point (SCP) lantai II Kualanamu International Airport (KNIA), Sabtu (6/2) sekira pukul 08:30.

Selain keempat tersangkanya, petugas juga mengamankan 2 Kg diduga sabu.

Barang terlarang itu diselundupkan di dalam sepatu keempat penumpang salah satu maskapai, guna mengelabui petugas dalam pemeriksaan.

Keempat penumpang yang diamankan berinisial MS, M, MF dan MCB warga Aceh.

Terungkapnya kasus itu berkat adanya kecurigaan petugas saat penumpang rute domestik melewati pemeriksaan di area SCP lantai II.

Petugas yang curiga lalu membawa penumpang ke ruang khusus, guna dilakukan pemeriksaan manual.

Hasilnya didapati, sejumlah bungkusan plastik dalam sepatu keempat penumpang yang diduga sabu.

Selanjutnya, petugas avsec membawa keempat penumpang ke posko pengamanan bandara.

Di hadapan petugas keempat penumpang yang ditaksir berusia 20 tahunan itu tak berkutik dan mengakui perbuatannya.

“Kami hanya disuruh mengantar dan diberi upah,” katanya.

Senior Manager of Operation & Service Bandar Udara International Kualanamu Agoes Soepriyanto yang dikonfirmasi Benuanews.com menyatakan keempat penumpang diamankan avsec dalam kasus narkoba.

“Benar, ada diamankan 4 penumpang diduga membawa 2 Kg sabu,” katanya.

Modusnya sama yakni sabu diselundupkan di dalam sepatu.

Agoes menambahkan, penggagalan sabu oleh avsec KNIA bukan kali pertama.

Sebelumnya, pada Minggu (31/1) juga diamankan 2 penumpang salah satu maskapai di KNIA menyelundupkan 1,28 Kg sabu.

Ini merupakan bentuk dari pengendalaian dan pemutusan mata rantai peredaran narkoba ke masyarakat.

Di harapkan ada titik dan efek jera dan kasusnya dalam penyelidikan dan Pengembangan agar di dapatkan bandar besar dan bisa di amankan.

Untuk tersangka dan barang bukti sudah di Serahkan dan amankan pihak Dit Narkoba Polda Sumut .(SD)

scroll to top