Full Post Style
Wakil Walikota Tangsel Benyamien Davnie, Minta Pasien Covid Jadi Media Sosialisasi
Tangerang Selatan (benuanews.com) – Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie minta seluruh pasien yang sudah sembuh menjadi media sosialisasi bagi masyarakat. Hal ini berguna karena pengalaman penyembuhan yang sudah dilakukan oleh para pasien untuk bisa sembuh dari covid tersebut.
Benyamin menyatakan bahwa saat ini pemerintah masih berupaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan.
“Informasi terbaru bagi yang mengenakan masker medis itu hanya boleh empat jam. Kalau sudah empat jam diganti jangan digunakan lagi,” kata Benyamin dalam Pelepasan Pasien Sembuh Covid-19 di Rumah Lawan Covid-Tandon Ciater, pada hari Kamis,, (12/02/2021)
Benyamin menambahkan bahwa saat ini bukan hanya satgas Covid 19 saja yang memiliki tugas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tapi juga pasien yang saat ini sudah sembuh, karena pengalaman akan menjadi guru yang paling berharga.
Selain itu pemerintah juga sudah menyiapkan beberapa fasilitas seperti Rumah Sakit Transit yang bisa dimanfaatkan untuk pasien positif yang butuh pengobatan secara intensif. Begitu juga kerjasama dengan pihak swasta.
Benyamin kemudian menyampaikan data tentang ketersediaan sarana kesehatan, Salah satunya adalah jumlah tempat tidur yang sebelumnya terisi 95 persen kini menjadi 80 persen.
“Begitu juga dengan ruang ICU yang kini 90 persen dari yang tadinya 100 persen terisi penuh” kata dia.
Dalam acara tersebut juga Benyamin melepaskan beberapa pasien yang sudah sembuh. Dengan harapan di masa yang akan datang masyarakat bisa belajar dari kasus yang sudah tertangani. Sehingga bisa menjaga diri lebih ekstra dan mampu mencegah penularan secara masif.
“Intinya ini adalah tugas kita semua. Bukan hanya masyarakat atau satgas saja. Tapi seluruh masyarakat yang tinggal di Kota Tangerang Selatan,” katanya.( Syarif/vr/Aguh)
Sumber: humastangsel-kominfo
Jalan Yang Dibangun Harus Ditingkatkan Supaya Ada Masalah Kemudian Hari
Padang Aro (benuanews.com) — Adanya berbagai pembukaan ruas jalan-jalan baru pada satu sisi sebenarnya bernilai positif bagi sebuah daerah. Namun pembukaan jalan tersebut akan bermasalah jika dibiarkan terlalu lama tanpa adanya usaha untuk meningkatkan atau membangun jalan tersebut dengan pengerasan dan juga pengaspalan.
Hal ini diingatkan oleh Pj. Sekda Kab. Solok Selatan Doni Rahmat Samulo, ketika memberikan arahannya pada pembukaan Musrenbang Kecamatan Pauh Duo di aula Kantor Camat setempat, beberapa waktu lalu.
“Kita sepakat dengan adanya pembukaan-pembukaan jalan baru. Namun tentu tidak hanya sekedar dibuka. Status jalan tersebut adalah Konstruksi Dalam Pembangunan (KDP), dan belum tercatat sebagai aset. Status KDP ini tidak boleh lama-lama, dan harus segera dibangun, karena semakin lama KDP ini akan menjadi temuan kerugian dalam pemeriksaan,” ujarnya mewanti-wanti.
Oleh karena itu, ia mengharapkan stakeholder terkait termasuk Bappeda agar mengantisipasi dan menganalisis ini supaya tidak terjadi permasalahan di kemudian hari, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan skala prioritas pembangunan.
Doni juga mengingatkan bahwa dengan anggaran nagari saat ini yang cukup besar hingga Rp 2 Miliar lebih, perlu dibagi-bagi kewenangan, mana yang menjadi kewenangan nagari, kabupaten, propinsi, dan lainnya.
“Tidak semua pembangunan menjadi tanggung jawab kabupaten, namun ada juga yang bisa diselesaikan nagari. Dan analisis ini perlu pendampingan dan duduk bersama dari Bappeda, kecamatan, nagari, dan pihak terkait lainnya,” terangnya mengingatkan. ( Helfi yulinda )